Safrina Rovasita merupakan seorang penyandang Cerebral Palsy yang kini berprofesi sebagai guru di SLB Yapenas Yogyakarta. Perjalanan Safrina untuk mencapai posisinya saat ini bukanlah perjalanan yang mudah.
Safrina lahir di Sleman pada 1 Mei 1985. Dikarenakan minimnya informasi mengenai Cerebral Palsy pada zaman itu, Safrina dan juga orang tuanya baru mengetahui Safrina mengidap Cerebral Palsy saat ia berada di bangku kuliah.
Setelah orang tua Safrina tahu anaknya mengidap Cerebral Palsy, Safrina diberikan terapi untuk melatih berjalan dan juga berbicaranya. Berkat penanganan kedua orang tua Safrina, kini Safrina sudah dapat berjalan dan juga berbicara dengan lebih baik.
Meskipun Safrina memiliki keterbatasan dalam mengendalikan anggota tubuh dan berbicara, Ia dikenal sebagai anak yang pandai sejak usia mudanya. Terlepas dari diskriminasi yang telah dialaminya sejak kecil, sorotan yang diberikan orang-orang atas perbedaannya memicu rasa percaya diri Safrina untuk menjadi versi terbaik dari dirinya.
Mengenai pendidikan Safrina, Ia menyelesaikan pendidikan S1 hanya dalam waktu 3,5 tahun dengan IPK 3,36 jurusan Pendidikan Luar Biasa di Universitas Negeri Yogyakarta. Safrina juga melanjutkan pendidikan S2-nya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Safrina juga sempat mendapatkan beberapa penghargaan seperti dari SCTV Award 2015 sebagai sosok yang pantang menyerah dan penghargaan wanita inspiratif dan juga penghargaan dari Tupperware She CAN.
Safrina bersama dengan orang tua penyandang cerebral palsy membuat sebuah komunitas cerebral palsy dengan nama Wahana Keluarga Cerebral Palsy (WKCP). Dengan adanya komunitas ini, para orang tua yang anaknya menyandang cerebral palsy dapat bertemu untuk berbagi pengetahuan, diskusi, dan juga melakukan konseling dengan pakar.
Safrina membuktikan dengan Cerebral Palsy yang dimiliki tidak membatasi mimpinya. Safrina tidak pernah berhenti untuk menjadi inspirasi bagi pengidap cerebral palsy lainnya. Ia juga terus berusaha untuk mengedukasi masyarakat mengenai cerebral palsy.