Michaela Mycroft

Michaela Chaeli Mycroft merupakan seseorang yang inspiratif dan menjadi harapan bagi banyak orang. Didiagnosa dengan Cerebral Palsy pada usia 11 bulan, kondisi ini mempengaruhi gerakan dan koordinasi tubuh Chaeli menjadi sangat terbatas dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya. Chaeli memilih untuk melihat kekurangannya bukan sebagai beban tetapi sebagai peluang.

Michaela Chaeli Mycroft lahir pada 30 Agustus 1994 di Afrika Selatan. Sepanjang hidupnya, Chaeli sudah berada di kursi roda. Namun hal tersebut tidak membuat Chaeli menyerah akan hidupnya. Sebaliknya, Chaeli melakukan banyak gerakan untuk dapat memberikan bantuan bagi teman-teman disabilitas lainnya karena Ia percaya orang-orang dengan disabilitas berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan hidup yang layak.

Pada usia sembilan tahun, Chaeli bersama dengan saudara perempuannya Erin dan tiga teman, mendirikan sebuah kampanye dengan sebutan “‘The Chaeli Campaign’. Kampanye ini sekarang sudah membantu pada kehidupan lebih dari 7.000 penerima manfaat setiap tahunnya. Kampanye ini bertujuan untuk memberikan peluang bagi anak-anak dengan disabilitas di Afrika Selatan untuk mendapatkan hak pendidikan dan juga dukungan mobilitas seperti kursi roda dan masih banyak lagi.

Chaeli juga banyak melakukan kegiatan yang menantang dirinya meskipun kondisinya yang memiliki disabilitas. Pada tahun 2015, dia menjadi wanita quadriplegic pertama yang mencapai puncak Gunung Kilimanjaro dengan tujuan untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-21 di puncak. Kemudian, pada 29 Mei 2016, Chaeli mencetak sejarah bersama Anita Engelbrecht untuk menjadi atlet kursi roda pertama yang menyelesaikan Maraton Comrades.

Atas kegigihannya, Chaeli menjadi sorotan dunia dan juga mendapatkan beberapa penghargaan. Pada tahun 2011, dia mendapatkan penghargaan International Children’s Peace Prize sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam meningkatkan, dan membela, hak-hak anak-anak yang memiliki disabilitas. Dia juga adalah penerima medali pertama untuk aktivisme sosial yang diberikan oleh Laureat Nobel Perdamaian pada tahun 2012. Pada tahun 2018, dia dipilih sebagai Global Changemaker.

Perjalanan Chaeli menjadi bukti semangatnya yang tak terkalahkan dan keyakinannya dalam membuat perubahan. Kisah Chaeli dapat menjadi pengingat bahwa hidup dengan disabilitas tidak berarti ‘tidak mampu’.

"In my life, disability has never been seen as a problem or a burden. It is part of my life and an opportunity to do things differently."

Check on her socials: