Jhamak Kumari Ghimire

Jhamak Kumari Ghimire merupakan seorang penulis dari Nepal dengan cerebral palsy yang mendapatkan penghargaan prestigious (Madan Award) dalam dunia sastra di Nepal. Meskipun Ia tidak dapat berjalan, berbicara, maupun bergerak, Ghimire tidak menyerah untuk menyalurkan kemampuannya dalam menulis.

Jhamak Ghimire lahir pada 4 Juli 1980 di Dhankuta. Sejak kecil, Ia sudah mendapatkan diskriminasi dari orang-orang di sekitarnya. Ghimire tidak diberikan sedikitpun pendidikan formal dari sekolah. Saat ia berusaha untuk mempelajari hal baru, keluarganya suka memberikannya hukuman karena kata mereka tidak ada gunanya Ghimire belajar jika kondisinya seperti itu.

Ghimire pun tidak menyerah untuk belajar, Ia belajar untuk menulis dengan anggota tubuh yang dapat digerakkannya yaitu ketiga jari kaki kirinya. Baik ketika Ia belajar menggunakan jempol kakinya, beralih ke menggunakan arang, dan akhirnya ke pensil dan kertas, Ghimire selalu mendapatkan hukuman dari keluarganya.

Ia tumbuh dalam kelaparan, kehausan, kesepian, dan juga penuh penderitaan yang berat. Pada umurnya yang ke 9 atau 10, Ia pernah mendapatkan kekerasan seksual dari pekerja yang sedang membetulkan rumahnya.

Mulai muncul harapan Ghimire saat Ia mendengarkan ayahnya mengajari adiknya untuk membaca dan menulis. Ia belajar secara mandiri dari bagaimana sebuah kata diucapkan dan dituliskan sampai akhirnya Ghimire dapat membaca dan menulis dengan lancar.

Ghimire membuat tulisan yang berjudul Jiwan Kanda ki Phool atau “Is life a thorn or a flower?” Tulisan tersebut berisikan bagaimana kesulitan dia sebagai seseorang yang terlahir dengan kekurangan tidak dapat berbicara maupun menggunakan tangannya dan bagaimana dia tidak pernah mendapatkan afeksi dari keluarganya.

Nama Ghimire mulai terdengar saat ada seorang jurnalis yang menulis tentang dirinya yang tersebar di media cetak koran. Sejak saat itu banyak orang yang mulai mengenal Ghimire dan akhirnya karya Ghimire yang berjudul “Jiwan Kanda ki Phool” diberikan penghargaan terpopuler di dunia sastra Nepal yaitu Madan Awards.

Sejak saat itu, karya-karya Ghimire semakin dikenal orang seperti Sankalpa, Samjhana, Bachitaharu, Manche vitrako, dan juga Jiwan Kanda ki Phool sendiri. Tidak hanya diberikan penghargaan nasional, tetapi Ghimire juga mendapatkan banyak penghargaan internasional dan kini karya-karyanya sudah diartikan dalam bahasa asing.

Sungguh pencapaian besar bagi Ghamire untuk mendapatkan apresiasi dari banyak orang yang sebelumnya belum pernah Ia dapatkan bahkan dari keluarganya sendiri. Kini Ghimire menjadi inspirasi banyak orang termasuk dengan yang memiliki kekurangan untuk bergerak maju tak terhalang kekurangannya. Terakhir, ayah Ghimire menyatakan Ghimire menjadi anak yang sangat dibanggakan keluarganya.

”Even though the blind faithful society never positively looked at me, I always viewed myself with a positive outlook.”